HAKIKAT MENANGIS

Imam Ja’far As Shadiq as telah menerangkan bahwa ada lima orang Hamba Allah swt yg paling banyak menangis karena ketaqwaan mereka kpd ALLAH swt :

– Nabi ADAM as .. menangis hingga pipinya terluka karena kesedihan nya telah dikeluarkan dari surganya Allah SWT
– Nabi YA’KUP as menangisi kehilangan Yusuf as anaknya hingga matanya menjadi buta
– Nabi YAHYA as bin Nabi ZAKARIYA as yg di angkat ALLAH swt menjadi nabi sejak kecil, yg menangisi umatnya yg penuh maksiat dan dibunuh oleh raja Herodes karena Yahya melarang raja menikahi keponakannya
– Imam ALI Zainal Abidin as menangisi ayahnya Al Husein as dan keluarganya yg dibantai di KARBALA
– Sayidah FATHIMAH ZAHRA as.. menangis tanpa henti sejak ayahnya- Rasulullah saw wafat, begitu memilukanya tangisan beliau itu hingga masyarakat Madinah yang mendengar rintihanya juga ikut bersedih dan merasa terganggu mendengar ratapannya..             yang pada akhirnya Imam Ali as berinisiatif untuk membangun sebuah gubuk kecil didekat kuburan para syuhada di Pekuburan Baqi’ yang tempat itu disebut “BAITUL AHZAM”        ( rumah ratapan )….

Sayidah FATHIMAH selalu menangis dan meratap siang dan malam hingga ALLAH swt mengutus malaikatnya utk menghiburnya dan mengilhamkan padanya ilmu ttg rahasia-rahasia zaman yg telah lampau, zaman disaat beliau saat hidup dan zaman yg akan datang kepadanya..

Tangisan Sayidah Fathimah yg berupa ratapan dan rintihan2 berupa doanya kpd sang pencipta telah dicatat oleh Imam ALI as didalam satu Mushaf yang disebut “MUSHAF FATHIMAH”.. yang didalamnya disamping berisi dgn do’a-do’a juga berisi puji²an kpd ALLAH swt serta puji²an kpd RASULULLAH saw. Yang dari MUSHAF tsb menjadi salah satu peggangan turun-temurun dari para IMAM-IMAM AHLUL BAIT Rasulullah saw..

Sayidah FATHIMAH ZAHRA as menangisi RASULULLAH saw hingga tidak ada lagi yg tersisa darinya.. yang menyababkan tubuhnya hanya tinggal tulang dibalut kulit, beliau wafat dalam keadaan “SUJUD” didalam mihrabnya..

Seperti yg di wasiatkan Sayidah FATHIMAH kepada suaminya – Imam Ali ibn Abi Thalib as, beliau berpesan tidak ingin kuburannya diketahui selain oleh keluarga dan Sahabat terpercaya dan Setianya saja, yang memang pada akhirnya kaum muslimin hingga hari ini tidak pernah menemukan dimana letak pastinya kuburan beliau… Salamullah alaiha.. ada ulama yg berpendapat bahwa kuburanya Sayidah FATHIMAH AZZAHRA berada di dalam hati-hati para pecintanya..

  

Rasulullah saw :” Ya Allah Cintailah siapa yg Mencintai FATHIMAH dan Musuhilah siapa yg Memusuhi FATHIMAH..”
Inna tawajjahna wasytasyfa’na wa tawassalna biki ilallah.. wa qadamnaki bayina yadaiy haajatina..

Ya wajihatan indallah.. Isyfa’i Lana indallah.. 
As Salamu alaiki ya binta Rasulullah saw…

As Salamu alaiki ya ummu abiha.. 

As Salamu alaiki ya sayyidatun  Nisaa il Alamin ..
Warahmatullaahi wabarakatuh

Advertisements

Pengorbanan Imam Ali bin Abi Thalib as untuk Tamu

Dikisahkan bahwasanya di antara kebiasaan Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib as di Madinah adalah membuka lebar pintu rumahnya layaknya dapur umum. 

Seperti dapur umum, pagi, siang, malam rumah itu menghidangkan makanan untuk semua orang yang berdatangan.
Di zaman itu di Madinah belum ada tempat penginapan atau hotel. 
Tiap hari, Imam Hasan as menyembelih onta kecil untuk di hidangkan ke para peziarah Madinah atau orang-orang miskin pada umumnya.
Suatu hari, ada orang Arab Badui (dusun) yang datang dan makan dirumahnya. 
Sehabis makan, ia tidak langsung pulang, melainkan duduk dan membungkus beberapa makanan ke dalam tas. 
Melihat keanehan itu, Imam Hasan as datang menyapa. 
“Kenapa kau harus membungkusnya? 
Lebih baik kau datang makan tiap pagi, siang dan malam di sini. 
Biar makananmu lebih segar,” kata Al-Hasan as.
“Oh, ini bukan untukku pribadi. 
Tapi untuk orang tua yang kutemui di pinggir kota tadi. 
Orang itu duduk di pinggir kebun kurma dengan wajah lesuh dan memakan roti keras. 
Dia hanya membahasahi roti itu dengan sedikit air bergaram dan memakannya. 
Aku membungkus makanan ini untuknya, biar dia senang.,” jawab orang Badui itu.
Mendengar itu, Al-Hasan as kemudian menangis tersedu-sedu. 
Badui itu heran dan bertanya, 
“Kenapa Tuan menangis? Bukankah tak ada yang salah jika aku kasihan dengan lelaki miskin yang di pinggiran kota itu?”
Dijawab oleh Al-Hasan as, sembari tersedu, 
“Ketahuilah, saudaraku. Lelaki miskin yang kau jumpai itu, yang makan roti keras dengan sedikit air bergaram itu, dia adalah ayahku: Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. 
Kerja kerasnya di ladang kurma itulah yang membuatku bisa menjamu semua orang setiap hari di rumahku.
Yaa Wajeehan ‘indallah isyfa’ lanaa ‘indallah.
@tafsirhikmah..

sholawat 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد وعجل فرجهم🌹💐🌺

 #To all of my friend..

⚀✤⚀#_Awesome

⚀✤⚀#_Excellent

 ⚀✤⚀FROM

 HIZBU MAHDI…. 

Allahumma Solli ‘Ala Muhammad wa Ali Muhammad…

Hadits Shahih IMAM  ‘Ali as KHALIFAH SEPENINGGAL NABI Saww

Selama ini yang kita ketahui mengenai dalil kepemimpinan Imam ‘Ali as diantaranya adalah hadits Ghadir Khum. Tapi beberapa pihak menilai bahwa hadits itu bukan mengenai kepemimpinan, melainkan hanya menunjukkan kedekatan atau keutamaan Imam ‘Ali as di sisi Rasulullah Saw. 

Mengapa? Karena perbedaan interpretasi terhadap kata “maula”. Hak mereka jika memaknai kata “maula” dalam hadits Ghadir Khum sebatas kekasih atau kerabat. Baiklah, kata “maula” bisa dimaknai lain oleh mereka, tapi tidak untuk kata “khalifah”.
Ternyata kami menemukan dalam referensi hadits di sisi Sunni, bukan hanya ada kata “maula”, tapi bahkan ada kata “khalifah” untuk Imam ‘Ali as. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengetahui hadits ini. 
Dalam kitab Al-Sunnah, karya Ibn Abi ‘Ashim, juz 2, hlm. 565, terdapat riwayat no. 1188, berikut:
ثنا محمد بن المثنى حدثنا يحيى بن حماد عن أبي عوانة عن يحيى ابن سليم أبي بلج عن عمرو بن ميمون عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعلي أنت مني بمنزلة هارون من موسى إلا أنك لست نبيا إنه لا ينبغي أن أذهب إلا وأنت خليفتي في كل مؤمن من بعدي.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsanna; telah menceritakan kepada kami Yahya bin Hamad dari Abi ‘Awanah dari Yahya bin Sulaim Abi Balj dari ‘Amr bin Maimun dari Ibn ‘Abbas yang berkata; Rasulullah SAW bersabda kepada ‘Ali:
“Kedudukanmu di sisiku sama seperti kedudukan Harun di sisi Musa hanya saja engkau bukan seorang Nabi. Sesungguhnya tidak sepatutnya aku pergi kecuali engkau sebagai KHALIFAHKU bagi setiap mukmin setelahku.”

______________
Status hadits
Syaikh Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Zhilal Al-Jannah fi Takhrij Al-Sunnah, juz 2, hlm. 565, mengomentari riwayat tersebut berikut:
إسناده حسن
Sanadnya hasan.
Setelah menilai hasan, Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa riwayat tersebut perawinya tsiqah dan diriwayatkan oleh para perawi Bukhari dan Muslim kecuali Abi Balj yang namanya adalah Yahya bin Sulaim.
Saya tidak setuju terhadap Syaikh Al-Albani yang menilai hadits tersebut hasan. Hadits tersebut shahih, bukan hasan. Mengapa? karena Yahya bin Sulaim adalah perawi yang tsiqah.
Ibn Hajar Al-‘Asqalani dalam kitab Tahdzib Al-Tahdzib, jld. 7, hlm. 319-320, pada biografi Abi Balj yakni Yahya bin Sulaim, menyebutkan keterangan berikut:
وقال ابن معين، وابن سعد، والنسائي، والدارقطني: ثقة.
Ibn Ma’in, Ibn Sa’ad, Al-Nasa’i, dan Al-Daraquthni menyatakan ia tsiqah. 
قال أبو حاتم: صالح الحديث، لا بأس به.
Abu Hatim berkata: “Haditsnya baik, tidak ada masalah padanya”.
قال إبراهيم بن يعقوب الجوزجاني، و أبو الفتح الأزدي: كان ثقة.
Ibrahim bin Ya’qub Al-Jauzajani dan Abu Al-Fath Al-Azdi menyatakan bahwa ia tsiqah.

______________
Kesimpulan
Hadits tersebut berstatus shahih. Jika pun kita menerima penilaian Al-Albani bahwa hadits tersebut statusnya hasan, maka tetap bisa dijadikan hujjah.

______________
Referensi:
📗Al-Hafizh Abi Bakr ‘Amru bin Abi ‘Ashim Al-Dhahhak bin Mukhallad Al-Syaibani, Al-Sunnah, cet. 1, juz 2 (Damaskus: Al-Maktaba Al-Islami, 1400 H/1980 M), riwayat no. 1188, hlm. 565.
📗Muhammad Nashir Al-Din Al-Albani, Zhilal Al-Jannah fi Takhrij Al-Sunnah, cet. 1, juz 2 (Damaskus: Al-Maktaba Al-Islami, 1400 H/1980 M), komentar riwayat no. 1188, hlm. 565.
📔Al-Hafizh Abi Al-Fadhl Ahmad bin ‘Ali bin Hajar Syihab Al-Din Al-‘Asqalani Al-Syafi’i, Tahdzib Al-Tahdzib, tahqiq oleh ‘Adil Ahmad ‘Abd Al-Maujud dan ‘Ali Muhammad Mu’awwad, cet. 1, juz 7 (KSA: Wizarah Al-Awqaf Al-Su’udiyyah, 1425 H/2004 M), biografi no. 9447, hlm. 319-320.

​KAJIAN ISLAMI DELAPAN MACAM AZAB KAUM WANITA DINERAKA SERTA SEBAB MUSABANYA


Sayidina Ali r.a menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis.
Beliau menjawab, “Pada malam aku di isra’kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya.

Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.Rasulullah SAW menjawab, seperti ini:
1. Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, Otaknya 

    mendidih.

2. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, Tangannya diikat ke 

    belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

3. Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat 

    tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kala

    jengking.

4. Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di

    bawahnya dinyalakan api neraka.

5. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali 

    perutnya sendiri.

6. Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta,

    dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya 

    keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena

    penyakit sopak dan kusta.

7. Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu 

    kesengsaraan dihadapinya.

8. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti (mengumpat, dll),

    sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya   

    sementara malaikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan, “Mengapa mereka disiksa seperti itu?”
Rasulullah menjawab,
Wahai putriku,

Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.

 

Perempuan yang digantung adalah isteri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya.
Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan
perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
Perempuan yang memotong sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena dia meninggalkan solat dan tidak mahu mandi junub.
Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta.

Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.
“Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Dan inilah peringatan kepada kaum perempuan.

Wahai Sahabatku Kaum muslimah..
Mari Kita Semua Mulai Memperbaiki Diri.sebelum Semua Terlambat..

Tutuplah Aurat Dengan Sempurna jagalah lisan Dan Akhlak kita..

Sebelum Datangnya maut Merenggut nyawa kita,
yang Bisa Menyelamatkan kita Kelak Dari Azab neraka Adalah Amalan Sholeh yg kita Kerjakan Semasa Hidup Didunia ini…
Ya Allah,,,,,akhirilah hidup kami dengan husnul-khatimah (akhir yang baik),dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu-ul-khatimah (akhir yang buruk)”..Aamiin yaa Allah yaa Rabbal’Aalamiin…
Rasulullah SAW bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1

(satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka

walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)
Semoga yang mengamalkan dan meneladani dapat hidayah, rahmad dan ridho Allah Subhanawata,alaa, dan Semoga pula Yg membagikan risalah ini Terhindar dari azab atau siksaan.Aamiin Allahumma Amiin Yaa Rabbal Alamin
Di sadur oleh M.Munir Alhabsyi 02.17